Kamis, 17 Maret 2011

Let's Go Surfing with The Drums in Jakarta

The_drums_eventposter
image courtesy of IsmayaLive (www.ismayalive.com)

 

The wait is over! Our favorite indie-pop/post-punk surfers from New York is coming to Jakarta on 25th May 2011!

Kedatangan The Drums menambah lagi daftar panjang konser artis/band di Indonesia tahun 2011 ini. The Drums dengan sukses didatangkan promotor IsmayaLive, yang terkenal sukses mendatangkan musisi/artis indie nan edgy ke ibukota, menanggapi animo para fans The Drums yang sudah tak sabar menonton band idola secara langsung.

The Drums mulai dikenal sejak mereka merilis album debut self-titled mereka pada tahun 2010 lalu. The Drums, yang sebelumnya beranggotakan 4 orang, kini beranggotakan 3 orang yaitu Jonathan Pierce (vocals), Jacob Graham (guitars), dan Connor Hanwick (drums) karena Adam Kessler mengundurkan diri sebagai anggota band pada 2010 lalu. Album debut mereka termasuk sukses di UK (meraih sertifikat Silver), walaupun tidak begitu sukses di kampung halaman mereka yaitu di USA.

Tiket presale untuk konser The Drums di Jakarta sudah mulai dijual tanggal 18 Maret.

Untuk info lebih lengkap tentang konser The Drums, silakan klik www.ismayalive.com

Yuk kita Let's Go Surfing bersama The Drums, Forever and Ever Amen!

The Playlist; Strolling Down The Memory Lane

Stamp_memories_f_1992
"Memories... make me want to go back there, back there..."

Blur - Coffe and TV

Gorillaz - 19-2000

Luna Sea - Love Song

Luna Sea - I For You

Manic Street Preachers - Motorcycle Emptiness

Nirvana - Smells Like Teen Spirits

Natalie Imbruglia - Torn

Oasis - Wonderwall

Oasis - Champagne Supernova

Siam Shade - 1/3 no Junjou Nakanjou

Sondre Lerche - Modern Nature

Sondre Lerche - Two Way Monologue

The Smashing Pumpkins - Zero

The Smashing Pumpkins - Bullet With Butterfly Wings

Suede - Trash

Suede - Beautiful Ones

Suede - Saturday Night

Stone Temple Pilots - Interstate Love Song

Stone Temple Pilots - Vasoline

Weezer - Memories

Weezer - Buddy Holly

White Shoes and the Couples Compay - Selangkah Keseberang feat. Fariz RM

White Shoes and the Couples Company - Masa Remadja

Rabu, 16 Maret 2011

The Playlist: What You Need Is Now

Asobi Seksu - Trails

Adele - Rolling in the Deep

Avril Lavigne - What The Hell

Beady Eye - Four Letter Words

Beady Eye - The Roller

Beady Eye - Bring The Light

Bruno Mars - Grenade (Passion Pit remix)

Cut Copy - Need You Now

Cee-Lo Green - Fuck You

Cee-Lo Gren - It's Ok

Deerhunter - Helicopter

Foo Fighters - Rope

Far*East Movement - 2gether feat. Roger Sanchez and Kanobby

Far*East Movement - Go Ape feat. Lil' Jon and Colette Carr

Flight Facilities - Crave You feat. Giselle Rosselli

Hurts - Stay

Jessie J - Price Tag feat. B.o.B

Panic! At The Disco - The Ballad of Monalisa

The Strokes - Undercover of Darkness

The Temper Trap - Sweet Disposition (Alan Wilkis remix)

Two Door Cinema Club - Undercover Martyn flexin' it (Passion Pit remix)

Vampire Weekend - Fight For This Love (Cheryl Cole cover)

Warpaint - Undertow (Javelin remix)

Willow Smith - Whip My Hair

Minggu, 06 Maret 2011

Java Jazz Festival 2011

Java Jazz Festival 2011 is the 7th tier of the biggest Jazz festival in Indonesia. And as usual, it brings a lot of international artists and local artists.

I came to the festival only on the first day. The first day of Java Jazz itself has a lot of attractive performances from the artists.

On the first day of Java Jazz, I watched Ron King Big Band, Dira Sugandi, Acoustic Alchemy, Marcell, Pandji Pragiwaksono. Sondre Lerche, and Corinne Bailey Rae. The last 2 performances are the reason why I came on the first day.

So, please enjoy the photo I managed to take on the festival :)

Kamis, 17 Februari 2011

Revie Iron Maiden live in Jakarta; Ibadah Haji Metal yang Sukses

Tanggal 17 Februari 2011, tanggal pertunjukan Iron Maiden yang dinantikan kaum metalheads se-Indonesia pun akhirnya tiba. Iron Maiden berkunjung ke Indonesia dalam rangka 'The Final Frontier World Tour', selain di Jakarta mereka juga akan melakukan konser di Bali pada tanggal 20 Februari. Saya sebagai salah satu anggota metalheads pun merasa berkewajiban untuk menonton konser Iron Maiden ini. Saya sendiri baru menggemari Iron Maiden sejak SMA, kontras dengan penggemar lainnya yang rata-rata sudah mendengarkan mereka bahkan sejak saya belum lahir. Walaupun sempat ragu untuk menonton Iron Maiden, akhirnya sebulan lalu saya memantapkan diri untuk nonton, sekali seumur hidup gitu looo...

Konser Iron Maiden ini pada awalnya hendak diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, stadion kebanggaan Indonesia yang dulu sempat digunakan untuk konser Deep Purple dan Mick Jagger. Tapi entah oleh alasan apa, mendadak venue dipindahkan ke Carnaval Beach Ancol. Menurut pihak promotor, PSSI sendiri yang membatalkan GBK sebagai venue konser. Entah alasan yang digunakan PSSI itu benar atau tidak. Paling tidak bagi kaum metalheads, selama konser Iron Maiden tetap diadakan rasanya tidak begitu masalah.

Saya sendiri tiba di Carnaval Beach Ancol pukul 19.00, dalam keadaan cukup terburu-buru karena menurut promotor band opening akan main mulai pukul 19.30. Tetapi pada kenyataannya band opening yaitu Rise To Remain baru naik ke atas panggung pukul 20.00. Saya sendiri tidak begitu mempermasalahkan sih, selama bisa tetap melihat Iron Maiden secara langsung.

Awalnya saya mengira saya penonton paling muda di konser ini, tapi ternyata ada beberapa anak umur 10-13 tahun yang juga ikut menonton Iron Maiden. Cukup salut sama orangtua anak-anak itu, mengenalkan musik metal sejak dini. Dan ternyata penonton yang perempuan pun cukup banyak, dari kakak-kakak unyuu sampai tante-tante, yang berjilbab pun ada. Iron Maiden pun sukses menyatukan bermacam-macam orang dengan latar belakang yang berbeda pada malam itu.

Konser dibuka dengan penampilan Rise to Remain, band metalcore asal Inggris yang dimotori oleh Austin Dickinson, anak dari Bruce Dickinson. Saya sudah cukup sering mendengarkan band-band beraliran metalcore, dan menurut saya penampilan mereka tidaklah begitu buruk walaupun musiknya standar saja khas band metalcore lainnya. Austin Dickinson sendiri sepertinya mewarisi karisma dan kekuatan vokal dari sang ayah.

Rise to Remain hanya membawakan 5-6 lagu. Penonton sendiri masih terlihat kalem saja selama Rise to Remain di atas panggung.

Setelah Rise To Remain, giliran bintang utama muncul yaitu Iron Maiden. Jarak antara penonton yang tadinya renggang menjadi sangat rapat. Saya sendiri sampai kesulitan untuk bergerak.

Sewaktu opening lagu 'Satellite 15... The Final Frontier' dimulai, gelombang manusia pun terjadi. Gempa bumi lokal baru dimulai ketika Iron Maiden muncul di atas panggung menyanyikan lagu opening tersebut dan disambung dengan 'El Dorado' dan '2 Minutes to Midnight'.

Penampilan Bruce Dickinson, Steve Harris, Janick Gers, Dave Murray, Adrian Smith, dan Nicko McBrain malam itu benar-benar total. Penampilan mereka tidak terlihat seperti orang-orang yang sudah berusia kepala 5. Bruce Dickinson masih sanggup melengking dan berlompatan di panggung, seakan-akan staminanya tidak pernah habis. Steve Harris juga berkeliaran di panggung dengan bass nya. Janick Gers, Adrian Smith, dan Dave Murray bergantian menyiksa gitar dengan solo gitar yang menakjubkan. Nicko McBrain pun masih sanggup menggebuk drum dengan penuh tenaga. Mereka tampil all-out membawakan 13 lagu plus 3 lagu di saat encore.

Penonton sepertinya terlihat kurang antusias saat Iron Maiden membawakan lagu-lagu dari album terbaru 'The Final Frontier' seperti 'The Talisman', 'Coming Home', dan 'When The Wild Wind Blows'. Penonton baru menggila dan menyebabkan gempa bumi lokal saat lagu-lagu klasik semacam 'The Evil That Men Do', 'The Wicker Man', 'The Trooper', 'Fear of the Dark', dan 'Iron Maiden'.

Maskot dari Iron Maiden, Eddie (format The Final Frontier), yang kira-kira setinggi 3 meter sempat muncul di atas panggung dan ikut memainkan gitar.

Perunjukan Iron Maiden berlangsung selama sekitar 2 jam. Bagi saya pribadi, setlist mereka masih kurang panjang. Saya masih inigin mendengarkan banyak lagu-lagu lama mereka seperti 'Aces High', 'The Clairvoyant', 'Flight of the Icarus', dan banyak lagi.. Penonton pun sepertinya masih belum puas, bahkan mereka (termasuk saya) masih berteriak memanggil Maiden kembali setelah encore.

Walaupun puas melihat pertunjukan Iron Maiden, saya masih merasa sound mereka kurang maksimal. Banyak yang berpendapat bahwa angin yang kencang menyebabkan sound mereka jadi sedikit pecah, memang saat pertunjukan kemarin angin cukup sering berhembus. Tapi sepertinya mayoritas penonton tidak begitu mempermasalahkan hal tersebut, bagi mereka yang penting penantian puluhan tahun mereka untuk menonton Iron Maiden secara live akhirnya terbayar.

Bruce Dickinson pun berjanji akan kembali lagi ke Indonesia suatu saat nanti. Semoga saja terealisasi dan teman-teman yang belum sempat naik haji metal bersama Iron Maiden bisa meraih gelar hajinya

Senin, 14 Februari 2011

Mark Ronson is coming to town!

Image courtesy of Ismaya Group (ismaya.posterous.com)

 

Yes, our lovely music producer is coming to town!

Pasti banyak di antara kalian yang belum mengenal figur satu ini. Tapi bila kalian menggemari album-album seperti 'Back To Black' dari Amy Winehouse, 'Alright, Still' dari Lily Allen, atau 'Off With Their Heads' milik Kaiser Chiefs, kalian harus mengenal Mark Ronson. Ya, dia adalah produser dari album-album yang disebutkan tadi. Dan belum lama ini Mark Ronson juga memproduseri album baru Duran Duran yaitu 'All You Need Is Now'

Well, selain sebagai produser Mark Ronson juga menghasilkan album sendiri. Sejauh ini dia sudah memiliki 3 album yaitu 'Here Comes The Fuzz', 'Version', dan 'Record Collection' yang dirilis bersama band nya dengan nama Mark Ronson & The Business Intl

Like I've said befroe, Mark Ronson is coming to town. Not with his band though, he'll be performing alone in a DJ Set. Yap, dia juga berbakat sebagai DJ.

Mark akan melakukan DJ Set nya pada tanggal 18 Maret 2011 nanti di Blowfish. Come and see him live and dance with his music!